Friday, March 19, 2021

REVIEW BUKU : The CRINGE Stories

Koleksi Pribadi

 Merinding? Berigidig? Hiiiii~

Kira-kira hal apa sih yang biasanya bikin kita sampe kayak gitu? Hantu? Pembunuhan? Darah berceceran? Sadisme? Kelakuan ajaib manusia? Atau sekadar pemikirannya yang kadang di luar dugaan dan bisa-bisa bikin kita sesama manusia pengen resign aja rasanya jadi manusia itu sendiri, saking malu (atau serem)-nya, lalalalaaaa~

Well, tenang aja, semua lengkap kok tersedia di buku kumpulan cerita pendek The Cringe Stories ini. Yup, LENGKAP! Bukan cuma kisah horor yang bawa-bawa mahkluk beda dimensi aja, tetapi juga kisah antar-manusia yang ternyata memang banyak terjadi di kehidupan nyata dan emang bener bisa bikin berigidig, cuy!

Buku bersampul hitam dengan gambar tapak tangan berwarna putih, yang entah tangan siapa itu, dan tulisan judul berwarna merah bloody gimana gitu¸ sempurna menambah kesan cringy dari ‘anak tetasan’ Kak Rijo Tobing ini. Sesaat mungkin para pembaca bakal ngira ini buku horor, tapi waktu dilahap lembar per lembarnya, saya lebih mengklasifikasikan buku ini ke dalam jenis thriller. Bukan mistis, tapi lebih ke misteri. Karena bener-bener bikin penasaran dan ngeri dalam satu waktu. Efek sampingnya, ya bikin kita susah berenti baca, haha. Apalagi buat saya yang ga suka dibuat penasaran , juga ga suka digantung #apasihhhhh >o<

Jadi, di buku ini terdapat sembilan cerita pendek dengan latar dan alur yang jauh berbeda satu sama lain. Dengan pengkarakteran yang pas, dipadu detailing latar yang khas dan so deep ala Kak Rijo, mampu membuat saya hanyut ke dalam cerita. Terutama bagian pembunuhan-pembunuhan, ugh! Feels like I was witnessing the tragedy itself. Ditambah sentuhan plot twist yang twisting banget tapi masih make sense, bikin pembaca tuh ngerasa kaget dan gemes sendiri dibuatnya. Utamanya buat saya yang seneng banget sama hal-hal sadis dan sedikit (asli deh sedikiiiiiit aja) psycho ini.

Bukunya ga terlalu tebel, cuma 165 halaman, which is cocok dinikmati berbagai kalangan, baik penggiat literasi atau pun yang sekadar lagi nyari bahan bacaan aja. Asli, acceptable banget! Bahasanya enak, bikin yang baca ga kagok gitu. Mudah dicerna dan easy-reading, meskipun genre yang diangkat cukup berat.

Eitsss, tapi yaa, jangan main-main sama plot twist­-nya , Bund! Disclaimer aja, sih! Hihihi.

Selain itu, setiap cerita juga sebenernya membawa moral, lho! Sangat dekat dengan kehidupan kita, beberapa case bahkan berangkat dari isu yang lagi trending saat ini.

Dari sembilan cerita, saya cukup menikmati semua. Namun, ada tiga cerita yang sudah saya nobatkan menjadi ter-favorit, haha. Kenapa sih musti tiga? Maklumlah, anaknya susah menetapkan pilihan wakakaka.

Yang pertama adalah cerpen dengan judul Mobil di Pengkolan. Cerita ini tuh jadi bahan refleksi buat saya pribadi, jadi keinget sama orang tua huhu. DEG gitu pas baca ending-nya. Langsung tersadarkan buat bisa ngasih spare waktu dan perhatian lebih untuk papa mama dan abah umi mertua yang, ya emang bener, mereka kian menua. Mereka butuh anak-anaknya.

Cerita kedua yang berjudul Rekening. Lagi-lagi berkaitan dengan atensi. Semakin yakin bahwa setiap manusia itu butuh diperhatikan, butuh pengakuan. Saya jadi lebih aware untuk orang-orang terdekat saya, apakah sudah cukup perhatian tercurah untuk mereka? Jangan sampe bejana perhatian dan pengakuan mereka kurang dan akhirnya malah melakukan hal-hal aneh untuk mengisinya. Termasuk juga saya jadi lebih memperhatikan bejana kebutuhan akan perhatian dan pengakuan untuk diri saya sendiri. Yosh, do good for good. Isi bejana itu dengan melakukan hal baik untuk mendapatkan output / atensi yang baik.

Nah, yang terakhir, cerita dengan judul Gendut dan Ombak. Lha, jadi empat cerita favorit, dong? Wakakaka. Ga apa, ya?! Toh saya suka keduanya karena berkenaan dengan pembunuhan yang smooth wahaha. Penasaran ga Lo, hah? Pembunuhan yang smooth itu macem mana? Hayo, hayoooo, mending baca sendiri, deh! Personally, I do recommend for having this book on your lap! Grab it!

3 comments:

  1. Aku juga suka rekening dan ombak. Mantap kak Rijo memang..

    ReplyDelete
  2. Aku juga suka rekening dan ombak. Mantap kak Rijo memang..

    ReplyDelete
  3. Aku juga suka rekening dan ombak. Mantap kak Rijo memang..

    ReplyDelete